Mencairkan ASI Perah
ASI perah yang disimpan dalam lemari pendingin perlu dicairkan sebelum diberikan pada bayi. Ini penanganan yang tepat agar gizinya terjaga.

ASI Perah Dingin

Rendam ASI dengan air biasa, baru kemudian dalam air hangat. Pemanasan ASI sampai 62 derajat celcius selama 30 menit akan merusak 30% komponen imunnya.  Kocok perlahan wadah penampung ASI selama Anda menghangatkannya, agar bagian krim susu yang semula terpisah bercampur kembali dengan bagian susu yang lain.

ASI Perah Beku
Pindahkan ASI beku ke kulkas pendingin dengan suhu 2-8 derajat Celcius dan biarkan 24 jam sehingga ASI beku cair. Letakkan ASI di dalam wadah berisi air hangat dengan suhu kamar atau 27 derajat Celcius. Jangan dicairkan dalam suhu ruang semalaman. Jangan mencairkannya di atas kompor atau memanaskannya dengan microwave karena vitaminnya akan hancur dan timbul titik-titik panas (hot spots) yang dapat 'membakar' mulut bayi.
Kocok perlahan wadah penampung ASI selama Anda menghangatkannya agar bagian endapan susu yang semula terpisah bercampur kembali dengan bagian susu yang lain.

Berikan ASI ke Bayi
Setelah berhasil cair, tuang ke dalam cangkir bening supaya kelihatan ASI-nya. Atur bayi dalam posisi duduk tegak, tempelkan bibir cangkir pada mulut bayi sehingga ASI dalam posisi datar. Jangan menuangkan ASI ke mulut bayi karena bahaya tersedak. Biarkan dia menjilati ASI dengan lidahnya seperti kucing minum. Prinsip itu sama seperti proses menyusu dimana lidahnya yang berperan untuk memerah ASI. Anda juga bisa memberikan ASI menggunakan sendok.  

Baca Juga :